Assalamualaikum wr wb Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya. Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu berkata, رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُقْعِيًا يَأْكُلُ تَمْرًا “Aku melihat Nabi shallallahu’alaihi wasallam duduk iq’a saat makan kurma.” (HR. Muslim No 3807) Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Duduk iq’a yaitu menegakkan kedua telapak kaki lalu duduk diatas kedua tumitnya. Maksud beliau shallallahu’alaihi wasallam makan seperti ini agar beliau tidak tenang saat duduk dan tidak makan banyak. Karena umumnya orang yang duduk iq’a tidak bisa tenang sehingga tidak banyak makan. Sebaliknya jika seseorang duduk tenang, santai maka umumnya akan banyak makan.” ( Syarh Riyadhush Shalihin ) Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menegaskan, “Posisi duduk yang disunnahkan saat makan yaitu duduk dengan bertumpu pada kedua lutut dan kedua punggung telapak kaki atau duduk dengan menegakka...
Assalamualaikum wr wb Selain shalat wajib, amalan shalat yang tinggi nilai pahalanya di sisi Allah SWT adalah shalat sunnah tahajud. Kita sering mendengar anjuran shalat tahajud, khususnya di kala seseorang tertimpa suatu musibah atau persoalan hidup yang berat. Bukan tanpa alasan, shalat tahajud memang bisa menjadi upaya mencari solusi masalah dalam hidup seorang hamba. Shalat sunnah tahajud dalam Bahasa Arab disebut shalatun lail yang memiliki arti shalat malam. Untuk itu shalat tahajud adalah shalat sunah yang dilakukan pada waktu malam hari. Malam hari pada waktu shalat tahajud ini maksudnya adalah sepertiga malam sampai waktu menjelang subuh. Anjuran shalat tahajud termaktub dalam beberapa ayat Al-Qur’an berikut ini: 1. As-Sajdah: 16-17 تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ ٱلْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ أَفَمَن كَانَ مُؤْمِنًا كَمَن كَانَ فَاسِقًا ۚ لَّا يَسْتَوُۥنَ “ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka s...
Komentar
Posting Komentar